Studi ILO dan OJK: Kebutuhan Mendesak akan Transformasi Digital di BPR dan BPRS
Aceh – Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan temuan utama dari studi terbaru mereka tentang pemetaan layanan keuangan digital untuk Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/BPRS), Kamis, 10 Agustus 2023 di Banda Aceh, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam.
Studi bersama ini merupakan bagian dari percepatan transformasi digital BPR/BPRS sebagai salah satu dari empat pilar yang tercantum dalam Peta Jalan OJK untuk Pengembangan BPR/BPRS 2021-2025.
Menggunakan metode penelitian campuran yang memadukan studi kepustakaan, diskusi kelompok terpumpun, dan survei, studi ini melibatkan secara keseluruhan 865 BPR dan 77 BPRS.
Baca juga: ILO dan KSDM Jamsos Cina Sepakat Memajukan Kerja Sama Sektor Lapangan Kerja di Asia Tenggara
Studi ini bertujuan untuk mengkaji tren perkembangan layanan keuangan digital di sektor perbankan, meninjau situasi digitalisasi saat ini di BPR dan BPRS, termasuk peluang, kesenjangan dan tantangan, serta mengidentifikasi layanan keuangan digital yang dapat diadaptasi untuk BPR/BPRS.
Studi ini mengungkapkan dua tantangan utama yang dihadapi oleh BPR/BPRS dalam proses internal mereka untuk memulai digitalisasi: biaya tinggi yang terkait dengan investasi dalam infrastruktur teknologi dan kurangnya kapasitas SDM internal dalam beradaptasi dengan teknologi.
Namun, disamping tantangan tersebut, studi ini juga menemukan alasan kuat untuk memulai merumuskan strategi transformasi digital yang sesuai untuk BPR/BPRS, seperti peluang tinggi untuk pengembangan bisnis dan persaingan yang lebih ketat di sektor perbankan.
Baca juga: Lintah darat, Koperasi Simpan Pinjam, dan Lembaga OJK
Selain itu, studi ini menyoroti kerja sama antar lembaga sebagai solusi potensial untuk mendorong transformasi digital bagi BPR/BPRS melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi atau bank komersial yang telah bekerja sama dengan BPR dalam transaksi pembayaran digital.