Rusak 20 Tahun, Warga Minta Jokowi Kunjungi Jalan Provinsi di Asahan
Bisrik salah seorang perwakilan masyarakat kecamatan Buntu saat berada di lokasi aksi tutu jalan, menyebutkan warga sangat kesal dengan jalan ini akibat minimnya prihatin pemerintah daerah.
Menurut Bisrik, sudah hampir 20 tahun jalan provinsi ini tidak pernah dilakukan pemeliharaan.
"Dari Simpang Katarina menuju Bandar Pasir Mandoge hampir 20 tahun lamanya tidak pernah ada perbaikan. Kami berharap Bupati Asahan dan Gubernur Sumatera Utara tergerak hatinya untuk segera membangun jalan Provinsi kami," ujarnya.
Baca juga: Reses di Asahan, Anggota Dewan Soroti PT IPS
Sebelumnya juga telah dijanjikan oleh pihak Pemerintah, bahwa jalan provinsi ini akan aspal sebelum hari raya Idul Fitri Tahun 2023.
"Tapi itu bohong, sampai sekarang tidak terealisasi janji tersebut," cetusnya.
Aksi tutup jalan ini berlangsung hampir satu jam lamanya. Mahasiswa dan warga Buntu Pane yang terlibat dalam aksi sempat memblokade jalan provinsi. Akibatnya kemacetan panjang pun tidak terelakan.
Baca juga: MUI Sumut Surati Pimpinan Ormas, Kuasa Hukum MPTTI: Jangan Provokatif
Sebuah mobil tangki yang menerobos jalannya aksi ini sempat ditahan mahasiswa. Beberapa orang bahkan sempat menaiki mobil tangki tersebut.
Camat Buntu Pane, Rahmad Hidayat Rambe SIP yang hadir di lokasi aksi tutup jalan berjanji kepada pengunjuk rasa bahwa ia akan meneruskan tuntutan mahasiswa dan warga kepada Bupati Asahan, supaya mendapat atensi khusus.








Komentar