Sekilas Info

Penampakan Perajin Rebus Kertas dan Kardus untuk Produksi Tempe Akibat Harga Kedelai Meroket

Tahu & Tempe

Untuk menyamarkan rasa dan warnanya, perajin ternyata mengandalkan jamur fermentasinya. "Nanti pakai ragi, jamurnya jadi putih semua," ujarnya.

Ketika campuran kacang kedelai dan bubur kertas itu dituang di cetakan, sekilas memang terlihat tidak ada perbedaan. Warna kedua bahan baru bisa terlihat berbeda bila diperhatikan dengan mendetail.

Warganet jelas menjadi geram karena temuan ini. Seperti dipantau di kolom komentar, warganet banyak yang mendesak agar oknum perajin tempe curang seperti ini segera diciduk oleh pihak berwajib.

"Hah? Gimana konsepnya?" tanya @kepoin_trending yang mengunggah ulang konten tersebut.

Penampakan Perajin Rebus Kertas dan Kardus untuk Produksi Tempe Akibat Harga Kedelai Meroket.

"Mending lu mahalin aja dah tempe.. Ikhlas gua.. Daripada gitu.." tutur warganet.

"Trus nanti dibiarkan? kalo sudah tau orangnya langsung lapor polisi biar ditangkap," tegas warganet.

"Suruh dia makan sendiri," kritik warganet. "Makin bertambah orang orang tidak punya hati....." timpal yang lainnya.

Indonesia memang tengah menghadapi kenaikan harga serta kelangkaan sejumlah bahan. Mulai dari minyak goreng, sampai yang terbaru kedelai.

Padahal kacang-kacangan satu ini berguna untuk pembuatan bahan makanan favorit Indonesia, termasuk tempe. Diketahui makanan itu dibuat dari kacang kedelai yang difermentasi menggunakan jamur khusus seperti dilansir dari suara.com.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Photographer: Ilustrasi

Baca Juga