UMSU – LSF RI Kolaborasi, Mahasiswa Harus Cerdas Memilih Tayangan Film
Mou ditandai dengan sesi diskusi dipandu oleh Dosen FISIP UMSU, Nurhasanah Nasution. Hadir sebagai narasumber Ketua Subkomisi Data, Pelaporan dan Publikasi LSF RI, Rita Sri Hastuti, Ketua Subkomisi, Noorca M Massardi dan Kepala Biro Humas UMSU Dr Ribut Priadi.
Melalui ruang dialog dan diskusi ini, Rita memperkenalkan eksistensi LSF RI yang sudah berdiri sejak masa penjajahan Belanda. Meski peninggalan Belanda namun tetap dipertahankan dengan berbagai perubahan kebijakan.
“Tugas Lembaga Sensor Film tidak hanya sekedar memotong dan menyensor, tapi terlebih dahulu ada dialog dan diskusi ke pemilik film untuk direvisi, agar lebih manusiawi,” sebut Rita.
Sementara itu, Ketua Subkomisi Dialog LSF, Noorca M Massardi memberikan himbauan tentang budaya sensor mandiri yang perlu diterapkan dalam memilih tontonan sehat.
“Budaya sensor mandiri ini menjadi salah satu upaya LSF melindungi masyarakat dari dampak negatif film. Jadi, tontonlah film sesuai klasifikasi usia,” tutur Noorca.
Sedangkan Dr Ribut Priadi memberi gambaran pentingnya literasi digital di dunia pendidikan. Dia mengingatkan bahaya pengaruh serbuan informasi dan tayangan di media digital yang tanpa sensor.
Setidaknya ada 4 hal yang dapat diterapkan untuk memahami literasi digital, selain melakukan sensor mandiri yaitu mampu mengidentifikasi motif dari artikel atau tayangan, mampu mengidentifikasi agenda setting, framing yang disusun agar dapat berpikir kritis, belajar bersikap skeptis terhadap informasi dan tayangan dan memahami filter buble.








Komentar