Sekilas Info

Pemerintah Akan Kembangkan EBT, Monoarfa: NTT sebagai Taman Energi Terbarukan

Dokumentasi Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI

Lanjut dikatakannya, untuk jangka menengah dapat dilakukan dalam dua tahap. Pertama dengan meningkatkan grid system ke wilayah-wilayah yang potensial secara ekonomi.

Kedua, meningkatkan pemanfaatan energi non-listrik secara masif seperti bio-gas, bio-massa dan bio-solar untuk sektor rumah tangga dan transportasi.

Tak hanya itu, juga perlu dilakukan integrasi transmisi (grid) antar pulau besar di NTT.

Untuk jangka panjang, Monoarfa mengatakan perlu dilakukan konsolidasi proyek-proyek EBT di NTT, sehingga dapat terintegrasi ke jaringan smart NTT-Jawa dan ekspor EBT ke Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Jawa Timur.

Dia juga akan memastikan pengembangan sumber daya manusia, kerangka regulasi, kerangka kelembagaan, serta kerangka pendanaan yang tepat untuk mendukung pelaksanaan pengembangan EBT di NTT.

Di sisi yang lain, Monoarfa menyebut juga perlu dikembangkan progam EBT lain di NTT, seperti Sumba Iconic Island, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1000 Pulau, Flores Geothermal Island, Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Larantuka, Program Biogas Rumah (BIRU), dan Koridor Interkoneksi Gigawatt Sumba-Jawa.

"Dengan karakteristik kepulauan serta kondisi ekonomi-energi saat ini, kami mendorong NTT sebagai Taman Energi Terbarukan, sejalan dengan komitmen pembangunan energi terbarukan nasional dalam RPJMN 2020-2024, PP Kebijakan Energi Nasional, Perpres Rencana Umum Energi Nasional, serta Rencana Umum Energi Daerah NTT," urai Suharso Monoarfa.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Dwinanto
Editor: Redaksi
Photographer: Istimewa

Baca Juga