Tiga Mahasiswa Indonesia Lolos Jadi Finalis Kompetisi StudRussia 2026 di Saint Petersburg
SAINT PETERSBURG, DAILYKLIK.id – Tiga mahasiswa Indonesia berhasil menjadi finalis Kompetisi Seluruh Rusia bagi Mahasiswa Asing Perguruan Tinggi atau StudRussia 2026 tahap Distrik Federal Barat Laut. Kompetisi yang berlangsung di Saint Petersburg, Rusia, pada 24–25 Oktober 2026 itu diikuti 140 mahasiswa asing dari 38 negara.
Ketiga mahasiswa Indonesia tersebut adalah Muhammad Ichda Prasetya dari Saint Petersburg State University of Architecture and Civil Engineering yang masuk final pada kategori Kreasi. Kemudian, Farhan Ali Hasibuan dari Saint Petersburg State University of Economics pada kategori Bahasa dan Budaya Rusia, serta Sabrina Yasmine Harahap dari Saint Petersburg State University of Industrial Technologies and Design pada kategori Media.
Bagi Ichda, kompetisi ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang dengan format tersebut. Mahasiswa S2 Teknik Sipil dengan spesialisasi Teknologi Produksi dalam Konstruksi itu mengaku mendapat kesempatan untuk memperkenalkan pencapaian dan karya seni tarik suara sekaligus belajar dari peserta negara lain.
“Saya sangat senang dan bersyukur bisa mengikuti lomba dengan format seperti ini. Apalagi ini juga pengalaman pertama. Saya bisa mempresentasikan pencapaian dan karya-karya di bidang seni tarik suara, sekaligus mendapat banyak inspirasi dari peserta lain,” ujar Ichda.
Ia juga menilai tahapan kompetisi, termasuk pemecahan kasus atau problem solving, memberinya pengalaman baru dan gambaran mengenai langkah yang dapat ditempuh untuk mengembangkan potensi ke depan.
Kompetisi StudRussia tahun ini mencatat 355 pendaftaran dari mahasiswa asing yang berasal dari 59 negara. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 140 mahasiswa dari 38 negara dinyatakan lolos ke tahap Distrik Federal Barat Laut. Mereka mewakili 28 perguruan tinggi di wilayah tersebut.
Elizaveta Bokhanova, salah satu penyelenggara utama tahap Distrik Federal Barat Laut sekaligus Direktur Pusat Adaptasi Mahasiswa Asing Saint Petersburg State University of Industrial Technologies and Design, menjelaskan bahwa StudRussia dirancang untuk menemukan dan mendukung mahasiswa asing berbakat di universitas-universitas Rusia.
Ajang ini juga menjadi sarana memberikan pengakuan atas prestasi mahasiswa di bidang ilmiah, akademik, olahraga, kreativitas, dan kegiatan sosial, sekaligus memperluas kerja sama pemuda internasional.
Menurut Elizaveta, kegiatan tersebut tidak hanya berisi kompetisi selama dua hari, tetapi juga menjadi ruang membangun jejaring dan persahabatan lintas negara.
Panitia, lanjutnya, menyiapkan berbagai kebutuhan peserta secara terperinci, mulai dari studio kasus, kriteria penilaian, kelas master, hingga pendampingan informasi. Ia bahkan merancang situs web khusus peserta agar seluruh informasi kompetisi mudah diakses dan dipahami.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (BP KNPI) untuk Federasi Rusia turut dilibatkan sebagai mitra. Ketua BP KNPI Rusia Teguh Imanullah dipercaya menjadi juri pada kategori Ilmiah dan Penelitian.
Teguh menyebut keterlibatan tersebut sebagai kesempatan bagi KNPI untuk memperluas diplomasi kepemudaan Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di Rusia dan negara-negara pasca-Soviet.
“Merupakan kehormatan bagi saya pribadi, khususnya KNPI sebagai rumah besar pemuda Indonesia, dapat menjadi mitra dalam kompetisi prestisius ini,” ujar Teguh.
Ia berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia berpartisipasi dalam StudRussia pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, mahasiswa Indonesia di Rusia memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama lintas bidang dan diplomasi publik.
Selain menjadi finalis dan anggota dewan juri, mahasiswa Indonesia juga berkontribusi sebagai relawan. Salah satunya Muhammad Danish Ramadhan, mahasiswa S1 Cyber Security di Saint Petersburg State University of Industrial Technologies and Design. Ia terlibat membantu kelancaran penyelenggaraan kompetisi mahasiswa internasional tersebut.
Dalam tahap Distrik Federal Barat Laut, peserta harus mengikuti dua jenis tes. Pertama, presentasi prestasi, yakni memaparkan pencapaian di bidang ilmiah, pendidikan, olahraga, kreativitas, dan sosial, termasuk proyek serta kontribusi pribadi di hadapan dewan juri.
Kedua, kerja tim antarkampus. Peserta dibagi dalam kelompok untuk menyelesaikan kasus praktis yang berkaitan dengan pendidikan, media dan komunikasi, kesukarelawanan serta inisiatif sosial, hingga lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan solusi yang disusun kepada dewan juri.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas para ahli di bidang pendidikan, kebijakan pemuda, olahraga, budaya, dan media. Sejumlah lembaga yang terwakili di antaranya Pusat Dukungan Inisiatif Pemuda Kota Saint Petersburg Vektor, Komite Kebijakan Pemuda Oblast Leningrad, Rumah Kebangsaan Kota Saint Petersburg, The Herzen State Pedagogical University of Russia, serta BP KNPI Rusia. Perwakilan industri olahraga, industri kreatif, dan media massa juga terlibat dalam proses penilaian.
StudRussia 2026 memiliki tujuh kategori, yaitu Ilmiah dan Penelitian, Sosial Kemasyarakatan, Olahraga, Kerelawanan, Kreasi, Media, serta Bahasa dan Budaya Rusia.
Mahasiswa yang meraih juara pertama dan kedua pada masing-masing kategori berhak melanjutkan kompetisi ke tahap seluruh Rusia di Moskow pada akhir 2026. Dengan capaian tiga finalis di tingkat distrik, mahasiswa Indonesia turut membawa nama perguruan tinggi dan komunitas pemuda Indonesia dalam ajang mahasiswa asing di Rusia tersebut.








Komentar