GMKI UHN Medan Bagikan 250 Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap, Desak Penanganan Karhutla
Penanggung jawab aksi dari Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI UHN Medan, Samuel Lumban Gaol, menjelaskan bahwa bantuan tersebut menyasar warga yang beraktivitas di sekitar kawasan kampus, termasuk pedagang kecil, pengemudi ojek daring, dan pekerja lapangan.
“Banyak warga yang tetap harus bekerja di luar rumah meskipun udara sedang tidak sehat. Setidaknya, dengan masker dan suplemen ini, mereka memiliki perlindungan dasar,” kata Samuel.
Bagi GMKI, pembagian bantuan tersebut merupakan respons langsung terhadap kebutuhan warga. Namun, organisasi mahasiswa itu menilai aksi sosial saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan kabut asap yang berulang akibat karhutla.
Yoel menekankan perlunya penanganan yang tidak hanya berfokus pada pemadaman api ketika kebakaran meluas, tetapi juga mencakup pencegahan dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pembakaran lahan.
“Karhutla dan kabut asap ini bukan bencana alam semata, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola lingkungan. Kami mendorong pemerintah untuk serius menangani akar masalahnya, bukan hanya memadamkan api saat sudah membesar,” ujarnya.








Komentar