1. Beranda
  2. Uncategorized

Bahasa Daerah di Sumatera Utara Terancam Tergerus, Sofyan Tan Dorong Revitalisasi

Oleh ,

MEDAN, DAILYKLIK id — Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi. Di dalamnya tersimpan identitas, pengetahuan, dan cara pandang suatu masyarakat. Ketika bahasa tidak lagi digunakan dan diwariskan kepada generasi muda, yang terancam hilang bukan hanya kosakata, melainkan juga bagian dari ingatan budaya.

Persoalan itu menjadi sorotan Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, dalam kegiatan Diseminasi Perlindungan Bahasa dan Sastra Daerah di Ballroom Hotel Le Polonia, Medan, Rabu (14/10/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sofyan menilai keragaman bahasa daerah merupakan cerminan kemajemukan Indonesia. Banyaknya suku bangsa melahirkan kekayaan bahasa dan dialek yang tumbuh mengikuti sejarah, lingkungan, serta kebiasaan masyarakat penuturnya. Namun, keragaman itu juga menghadapi tantangan ketika penggunaan bahasa daerah semakin berkurang dalam kehidupan sehari-hari.

Di Sumatera Utara, misalnya, bahasa Melayu memiliki variasi dialek di sejumlah wilayah, termasuk Asahan dan Langkat. Bahasa Batak juga memiliki ragam bahasa dan dialek yang mencerminkan keragaman masyarakat penuturnya.

Perbedaan tersebut, menurut Sofyan, perlu dipahami sebagai kekayaan yang harus dijaga. Upaya pelindungan tidak cukup hanya dengan mendokumentasikan bahasa, tetapi juga perlu memastikan bahasa itu tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Berita Lainnya