Hari Tani Nasional 2026, GMNI Sumut Desak Presiden Prabowo Copot Nusron Wahid
MEDAN, DAILYKLIK.id – Peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Sumatera Utara diwarnai aksi unjuk rasa DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut. Massa membawa tuntutan reforma agraria sejati sekaligus mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kepemimpinan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Salah satu tuntutan utama GMNI Sumut adalah meminta Presiden Prabowo mencopot Nusron Wahid dari jabatan Menteri ATR/BPN. Wakil Ketua Bidang Politik DPD GMNI Sumut, Berry Magnus, mengatakan desakan tersebut merupakan sikap politik organisasi dan tidak dimaksudkan untuk mengambil alih proses hukum yang menjadi kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kami tidak sedang mengambil alih kewenangan KPK. Tapi secara politik, Presiden harus bertanggung jawab. Kalau kementerian yang mengurus tanah rakyat terus bermasalah, jangan tunggu rakyat kehilangan kepercayaan. Copot menterinya, benahi lembaganya,” ujar Berry, Kamis (24/9/2026).
Menurut GMNI Sumut, persoalan pertanahan tidak semata berkaitan dengan administrasi negara, tetapi menyangkut hak masyarakat atas tanah. Karena itu, mereka meminta pemerintah memastikan pengelolaan agraria berjalan transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Tuntutan GMNI tidak berhenti pada pergantian menteri. Organisasi tersebut juga meminta dilakukan audit serta pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola ATR/BPN, mulai dari tingkat kementerian, kantor wilayah hingga Kantor Pertanahan di daerah.