1. Beranda
  2. Ekbis

Dosen Ekonomi UIN Sumut Ungkap Efek QRIS: Uang Makin Mudah Dibelanjakan, Generasi Muda Paling Rentan

Oleh ,

MEDAN, DAILYKLIK.id — Kemudahan pembayaran digital seperti QRIS ternyata tidak hanya mengubah cara masyarakat bertransaksi, tetapi juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang dan mengendalikan pengeluarannya.

Dosen Ekonomi UIN Sumatera Utara, Sunarji Harahap, mengatakan transaksi nontunai secara psikologis dapat membuat seseorang lebih mudah membelanjakan uang dibandingkan ketika menggunakan uang tunai. Fenomena tersebut dikenal sebagai cashless effect atau efek nontunai.

Menurut Sunarji, ketika uang tidak lagi terlihat dalam bentuk fisik, rasa “berat” saat mengeluarkan uang atau pain of paying dapat berkurang. Akibatnya, seseorang berpotensi lebih mudah melakukan pembelian, terutama ketika transaksi hanya membutuhkan beberapa ketukan pada layar ponsel. “Ketika bertransaksi secara digital, jembatan psikologis antara mengonsumsi barang dan kehilangan isi dompet menjadi terputus. Hal inilah yang dapat memicu pengeluaran impulsif,” jelasnya.

Namun, Sunarji menegaskan pembayaran digital tidak bisa disebut sebagai penyebab tunggal perilaku konsumtif. Teknologi lebih tepat dipandang sebagai akselerator yang mempercepat proses transaksi, sementara faktor psikologis, literasi keuangan dan kemampuan mengendalikan diri tetap menjadi penentu utama.

Ada sejumlah mekanisme yang membuat pembayaran digital berpotensi mendorong seseorang lebih konsumtif. Salah satunya adalah hilangnya wujud fisik uang sehingga nilai yang dikeluarkan terasa lebih abstrak.

Berita Lainnya