IWO Dorong Pematangsiantar Bangun Ekosistem Pariwisata, Jadi Simpul Utama Penyangga Danau Toba
Politisi Gerindra tersebut juga mengusulkan adanya transportasi wisata seperti bus wisata yang dapat digunakan sekolah dan masyarakat untuk mengenalkan berbagai potensi wisata lokal sejak dini.
Sementara itu, akademisi Jalatua Hasugian menilai sejarah Kota Pematangsiantar merupakan aset besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Ia menyebut berbagai peninggalan sejarah, museum yang berdiri sejak 1939, serta produk legendaris seperti minuman Badak memiliki nilai historis yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Menurutnya, sejak masa kolonial, Pematangsiantar telah memiliki peran sebagai kota pendukung dengan jaringan ekonomi dan sosial yang saling terhubung. Tantangan saat ini adalah menentukan identitas wisata yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah rekomendasi turut muncul, antara lain pembangunan ruang seni, peningkatan infrastruktur pendukung wisata, penyediaan transportasi wisata, penguatan promosi digital, pengelolaan citra kota di media sosial, serta pengembangan ikon wisata baru seperti miniatur Rumah Bolon.








Komentar