Bangkit dari Lumpur Banjir, Abdul Rozzaq Kembali Menanam Cabai Demi Keluarga
“Saya kerjakan apa saja yang bisa dilakukan. Tapi pikiran saya tetap bagaimana bisa menanam kembali. Saya belajar lagi, membaca jurnal pertanian dan mencari informasi dari internet tentang cara mengelola lahan setelah banjir,” katanya.
Mengembalikan lahan pertanian pascabanjir bukan pekerjaan mudah. Lumpur setebal sekitar 30 sentimeter menutupi permukaan tanah. Rozzaq harus bekerja keras membersihkan dan memperbaiki lahan sedikit demi sedikit.
Rasa lelah, haus, dan lapar sering datang ketika bekerja di ladang. Namun ia memilih terus bergerak. “Saya tidak mau terlalu lama berhenti. Kehidupan harus terus berjalan,” ucapnya.
Setelah lumpur mulai mengering, Rozzaq menyewa traktor untuk meratakan tanah. Lahan tersebut kemudian dibiarkan selama beberapa bulan agar kondisi tanah kembali siap ditanami.
Ia tetap yakin bahwa tanah bekas banjir masih memiliki peluang untuk kembali produktif. Harapan itu semakin kuat setelah Rozzaq mendapat dukungan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pertamina EP Rantau Field.








Komentar