Warga Pandai Sikek Tolak Geothermal, Pertanian Jadi Pilar Ekonomi yang Harus Dijaga
Masyarakat menilai proyek geothermal bukan sekadar pembangunan energi, melainkan ancaman terhadap keberlanjutan hidup mereka. Pembangunan infrastruktur skala besar, seperti pemboran dan jaringan pipa, dikhawatirkan mengganggu air tanah serta merusak kesuburan lahan.
“Kalau sawah kami rusak, apa yang bisa kami makan? Apa yang bisa diwariskan? Pertanian bisa bertahan lintas generasi, sementara geothermal hanya proyek sementara,” tutur seorang bundo kanduang yang ikut memasang baliho.
Momentum Hari Tani Nasional di Pandai Sikek pun berubah menjadi ruang pernyataan sikap sekaligus refleksi bersama. Selain aksi pemasangan baliho, warga juga menggelar diskusi antar generasi tentang inovasi pertanian, pemanfaatan pupuk organik, dan rencana mengembangkan agrowisata berbasis budaya.
“Kami bukan menolak pembangunan. Kami hanya ingin pembangunan yang berpihak pada rakyat, menjaga tanah dan air, bukan mengorbankannya. Pertanian adalah masa depan kami sekaligus masa depan nagari ini,” tegas seorang pemuda Pandai Sikek. (*)








Komentar