Tolak Jalur Khusus Rumah Subsidi, Tiga Organisasi Jurnalis: Kesejahteraan Tak Harus Dibayar dengan Keistimewaan
Senada, Ketua IJTI, Herik Kurniawan, menilai bahwa perhatian pemerintah semestinya diarahkan pada perbaikan regulasi industri media, bukan memberi privilese yang bisa mencederai objektivitas profesi. “Kami berterima kasih atas perhatiannya, tapi bantu jurnalis lewat ekosistem media yang sehat, bukan lewat jalur istimewa.”
Ketiga organisasi tersebut juga menegaskan bahwa Dewan Pers sebaiknya tidak dilibatkan dalam program ini, karena tidak sesuai dengan mandat kelembagaan Dewan Pers yang berfokus pada urusan jurnalistik, bukan kesejahteraan perumahan.
AJI, IJTI, dan PFI sepakat, rumah adalah kebutuhan semua warga negara, termasuk jurnalis, namun akses terhadapnya haruslah adil dan setara, tanpa mengorbankan marwah profesi. Mereka mendesak pemerintah untuk lebih fokus pada penyediaan rumah terjangkau secara umum dan mendorong perusahaan media menjalankan kewajiban ketenagakerjaan secara adil.
“Jika jurnalis digaji layak sesuai UU Ketenagakerjaan, mereka bisa mengakses kredit rumah tanpa keistimewaan apa pun,” pungkas Nany Afrida. (*)








Komentar