Petani di Tanjung Beringin Terancam Rugi Besar Akibat Banjir dan Kurangnya Tenaga Pemanen
DAILYKLIK.ID, Serdang Bedagai – Petani di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, kini menghadapi ancaman kerugian besar akibat panen padi yang tertunda. Puluhan hektar sawah yang siap dipanen terendam banjir, sementara jumlah alat dan tenaga pemanen yang tersedia sangat terbatas. Kondisi ini mempersulit petani dalam menyelamatkan hasil panen mereka.
Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang menyebabkan banyak tanaman padi roboh dan terendam air. Salah satu petani, Sarma Ida Br. Nadeak, yang memiliki lahan di Dusun IV Pematang Panjang, Desa Tebing Tinggi, menjelaskan bahwa padi miliknya harus segera dipanen agar tidak membusuk.
"Tanaman padi saya roboh karena hujan dan angin kencang. Kami terpaksa membayar orang untuk membantu mengikat padi agar tidak rusak, dengan upah Rp120.000 per hari per orang," ujarnya.
Kualitas padi yang terendam air juga dipastikan menurun, membuat harga jual padi jatuh dari Rp5.700 menjadi sekitar Rp4.000 per kilogram. Sarma dan petani lainnya di Tanjung Beringin khawatir kerugian besar akan terus bertambah jika tidak ada bantuan segera dari pemerintah, baik berupa alat pemanen maupun tambahan tenaga kerja.
Dedi Nainggolan, petani lain di Dusun IV Desa Tebing Tinggi, juga mengeluhkan tingginya biaya panen akibat kondisi basah. "Upah alat pemanen bisa mencapai Rp500 ribu per rantai, dan jika dihitung dengan upah mengikat padi, hasil panen bisa tidak balik modal," kata Dedi. Ia menjelaskan, meski hasil panen tahun ini cukup bagus, harga yang turun drastis dan mahalnya biaya panen membuat banyak petani rugi.
Para petani berharap pemerintah segera memberikan bantuan, baik dalam bentuk alat maupun tenaga kerja tambahan, agar kerugian bisa diminimalisir dan sisa hasil panen dapat diselamatkan. Kondisi banjir ini merupakan yang pertama kali dialami petani di wilayah tersebut, dan mereka sangat terpukul dengan keadaan yang menimpa hasil panen mereka. (*)