Reduksi Emisi Karbon
Amartha Lestarikan Hutan Asli di Jakarta
Melalui inisiatif ini, sebut Aria, Amartha menanam bibit pohon trembesi dan beberapa varian tanaman lainnya yang sudah disesuaikan dengan karakter lahan lokasi penanaman.
Baca juga: Jubir TPN Sesalkan Pencopotan Spanduk Ganjar-Mahfud dan Penolakan Kuliah Umum di Uncen
Baca juga: Polda Metro Jaya Tetapkan Ketua KPK Firli Bahuri Tersangka Kasus Pemerasan
"Mengingat luas lahan di Jakarta yang cukup terbatas, Amartha bersama Junglo menggunakan metode Miyawaki, yakni metode penanaman hutan dengan jarak yang cukup rapat sehingga pemanfaatan lahan bisa lebih maksimal dan pertumbuhan pohon lebih pesat," sebutnya.
"Metode Miyawaki juga menekankan pada kombinasi empat jenis tanaman tiap satu meter persegi," imbuhnya.
Founder Junglo, Mauricio Camacho menjelaskan, bahwa Junglo sangat mendukung komitmen Amartha dalam mereduksi karbon melalui inisiatif penanaman hutan asli. Metode Miyawaki, kata Mauricio, sangat cocok diterapkan di Jakarta karena membuktikan bahwa pelestarian hutan dapat dilakukan di lahan yang terbatas.
Menurutnya, hutan di Amartha ini merupakan hutan dengan metode Miyawaki pertama.
"Harapannya kolaborasi dengan Amartha dapat menjadi inspirasi bagi pihak lainnya untuk melakukan penanaman hutan semula tanpa khawatir akan keterbatasan lahan," ungkapnya.
Baca juga: PTPN III Tandatangani Perjanjian Kerjasama P4GN dengan BNNP Sumut
Baca juga: Bersama Masyarakat, Relawan Pasangan Anies-Muhaimin Bikin Spanduk dari Karung Bekas
Selain melakukan penanaman hutan asli di area kantor pusat Amartha di Jakarta Selatan, Amartha juga mendonasikan bibit pohon trembesi di wilayah Desa Krecek, Jawa Tengah.
Amartha memiliki alasan...







Komentar