Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Bawa Lima Tuntutan soal Lingkungan hingga Demokrasi
Pertama, mahasiswa mendesak agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir ditetapkan sebagai bencana nasional. Mereka juga menuntut jaminan dan pemulihan kesehatan masyarakat terdampak, serta penindakan hukum terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab, termasuk pencabutan izin sesuai ketentuan yang berlaku.
Kedua, mahasiswa meminta perbaikan tata kelola kebijakan ekonomi serta pemulihan kepercayaan pasar. Tuntutan ini berkaitan dengan keresahan terhadap kondisi ekonomi dan berbagai persoalan yang dinilai memerlukan pembenahan kebijakan.
Ketiga, mereka mendesak penghentian pembatasan kebebasan berpendapat. Mahasiswa menempatkan ruang demokrasi dan perlindungan hak menyampaikan aspirasi sebagai bagian penting dalam kehidupan bernegara.
Keempat, mahasiswa menuntut pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), termasuk penyalahgunaan kekuasaan yang dinilai dapat merugikan kepentingan publik.
Kelima, mereka meminta penurunan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang dinilai mahal, disertai jaminan akses yang lebih merata bagi masyarakat.
Kelima tuntutan tersebut mempertemukan isu lingkungan, ekonomi, demokrasi, hukum, dan kesejahteraan dalam satu rangkaian aspirasi. Mahasiswa menilai berbagai persoalan itu perlu dijawab melalui kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.








Komentar