Sekilas Info

Macron Akui Kegagalan Intelijen Usai Kerusuhan di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap

Demonstrasi terbaru ini berupaya menghidupkan kembali momentum gerakan Rompi Kuning pada 2018–2019, yang sebelumnya mengguncang pemerintahan Macron akibat kebijakan pajak bahan bakar dan tekanan biaya hidup.

Aksi tersebut berlangsung sekitar enam bulan sebelum Prancis menggelar pemilihan presiden untuk menentukan pengganti Macron. Situasi itu menambah tekanan politik terhadap pemerintah, terutama dalam menghadapi tuntutan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keamanan publik.

Pengakuan atas kegagalan antisipasi dan intelijen kini menempatkan pemerintah Prancis pada dua tantangan sekaligus: mengungkap kelemahan penanganan demonstrasi dan merespons ketidakpuasan sosial tanpa memperburuk ketegangan politik.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Dedy Hutajulu
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga