Dari Tak Suka Menulis, Mahasiswa USU Ronny Raih 24 Prestasi Karya Ilmiah
Dari pengalaman tersebut, Ronny belajar bahwa penelitian membutuhkan ketekunan sekaligus strategi untuk mengatasi kebuntuan ide. Ia biasanya memulai proses dengan menentukan kata kunci berdasarkan persoalan yang ingin dikaji, sebelum menelusuri jurnal dan referensi ilmiah.
“Biasanya saya mencari kata kuncinya dulu, misalnya tentang energi atau lingkungan. Kita harus tahu dulu apa yang ingin disoroti, jangan langsung mencari paper. Setelah mendapat gambaran, baru pada hari berikutnya mulai mencari referensi di paper,” tuturnya.
Ia juga berupaya menyelesaikan karya ilmiah satu hingga dua minggu sebelum tenggat pengumpulan. Dengan demikian, masih tersedia waktu untuk memeriksa dan memperbaiki naskah sebelum dikirimkan ke penyelenggara kompetisi.
Pengalaman mengembangkan penelitian turut mendorong Ronny berbagi pengetahuan dengan mahasiswa lain. Ia telah mendampingi sekitar empat hingga lima tim, termasuk dua tim dari FKM USU dan peserta kegiatan penulisan karya tulis ilmiah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU.
Bagi Ronny, proses yang awalnya terasa berat justru membawanya menemukan bidang yang ingin terus dikembangkan. Perjalanannya juga memperlihatkan bahwa kemampuan menulis dan meneliti dapat tumbuh melalui kesempatan mencoba, kemauan belajar, serta keberanian menghadapi kegagalan.








Komentar