Bahasa Daerah di Sumatera Utara Terancam Tergerus, Sofyan Tan Dorong Revitalisasi
Salah satu langkah yang dapat ditempuh ialah memperkuat pengajaran bahasa daerah di lingkungan pendidikan. Sekolah dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal bahasa ibu, sementara keluarga dan masyarakat berperan menjaga penggunaannya dalam percakapan sehari-hari.
Revitalisasi juga perlu didukung pendataan dan penelitian, terutama terhadap bahasa atau dialek yang mengalami penurunan jumlah penutur. Dengan demikian, upaya pelestarian dapat disesuaikan dengan kondisi setiap bahasa, termasuk kebutuhan komunitas penuturnya.
Bagi Sofyan, pelindungan bahasa daerah juga berkaitan dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Kekayaan budaya yang tercermin dalam bahasa, musik, tarian, pakaian adat, cerita rakyat, dan kuliner dapat menjadi modal bagi pengembangan ekonomi kreatif serta pariwisata.
Sumatera Utara, yang memiliki bentang alam dan tradisi budaya beragam, dinilai mempunyai peluang untuk mengembangkan pariwisata berbasis kekayaan lokal. Bahasa dan pemahaman budaya dapat memperkaya interaksi antara masyarakat dan wisatawan, sekaligus membuka ruang bagi usaha kreatif yang tumbuh dari tradisi setempat.
Namun, pemanfaatan budaya untuk kepentingan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga makna dan keberlanjutannya. Bahasa daerah tidak semestinya hanya ditampilkan sebagai pelengkap atraksi wisata, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari keseharian masyarakat.








Komentar