Usai Karo, PDIP Sumut Lanjutkan Tali Asih untuk 21 Siswa Terdampak MBG di Asahan
Untuk siswa yang menjalani rawat inap, bantuan diberikan sebesar Rp500 ribu per orang. Sementara siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan memperoleh Rp300 ribu per orang.
Adapun bantuan sebesar Rp2,5 juta diberikan kepada siswa yang mengalami kondisi berat hingga harus menjalani perawatan dan dirujuk. Bantuan dengan nominal tersebut diberikan untuk kasus terdampak di Kabupaten Karo. "Nilainya mungkin tidak akan menghapus apa yang sudah mereka alami. Tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan," ujar Sutrisno.
Penyerahan bantuan di Asahan semula dijadwalkan pukul 16.00 WIB. Namun, waktu tersebut diubah menjadi pukul 10.00 WIB agar tidak mengganggu kegiatan belajar para siswa.
Dalam kegiatan itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Soetarto menyerahkan tali asih kepada para siswa. Ia didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Asahan Rosmansyah, jajaran pengurus DPC, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Asahan.
Sutrisno mengatakan kepedulian terhadap siswa terdampak tidak berhenti pada pemberian bantuan. Menurut dia, kondisi anak-anak dan persoalan dalam pelaksanaan program MBG perlu tetap menjadi perhatian. "Kami berharap anak-anak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Dan tentu kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang," katanya.








Komentar