Greenland Jadi Rebutan Pengaruh, Investasi Eropa Rp3,4 Triliun Berhadapan dengan Ambisi Trump
Greenland, DAILYKLIK.id — Greenland tiba-tiba berada di tengah persaingan geopolitik yang jauh lebih besar dari ukuran wilayahnya. Investasi baru Uni Eropa senilai 200 juta euro atau sekitar Rp3,4 triliun untuk Greenland memperlihatkan meningkatnya perhatian Brussels terhadap pulau strategis di Arktik, di tengah ambisi pemerintahan Donald Trump memperkuat kepentingan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Dana Eropa untuk periode 2026–2027 diarahkan ke sejumlah sektor, mulai dari konektivitas digital dan satelit, energi, mineral kritis, pariwisata, pendidikan, perikanan hingga pembangunan perumahan.
Uni Eropa, Greenland dan Denmark juga memperkuat kerja sama melalui deklarasi baru yang mencakup energi, sumber daya alam, infrastruktur digital dan keamanan. Brussels bahkan berencana meningkatkan dukungan pendanaan untuk Greenland hingga 530 juta euro dalam kerangka anggaran tujuh tahun berikutnya.
Namun, uang Eropa tidak otomatis berarti perubahan orientasi politik Greenland. Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyatakan Greenland tertarik memperkuat kemitraan strategis dengan Uni Eropa. Namun, menurut pernyataannya, kembali menjadi anggota Uni Eropa tidak masuk dalam agenda pemerintahnya.
Posisi tersebut membuat Greenland berada dalam situasi unik. Pulau itu merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, tetapi tidak menjadi bagian dari Uni Eropa setelah Greenland meninggalkan Komunitas Ekonomi Eropa pada 1985 berdasarkan hasil referendum 1982.