Pemuda Demokrat Sumut Desak Kematian Winda Lorenza Gowasa Diusut Transparan
Sebelumnya, kematian Winda disebut berkaitan dengan dugaan bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya. Namun, Martin mengatakan keluarga mempertanyakan sejumlah kondisi pada tubuh korban dan hasil pemeriksaan yang mereka ketahui.
Ia menyebut keluarga menemukan dugaan luka lebam, sayatan, dan luka pada bagian kepala. Martin juga menyebut adanya informasi mengenai hasil pemeriksaan swab tangan korban yang, menurut pihak keluarga, tidak menunjukkan adanya residu mesiu. "Hal-hal tersebut harus diperiksa secara ilmiah dan tidak boleh langsung ditarik pada satu kesimpulan sebelum seluruh bukti diperiksa," ujar Martin.
Pemuda Demokrat Sumut juga meminta Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut memeriksa Bripka IH, khususnya terkait prosedur penguasaan, penyimpanan, dan penggunaan senjata api dinas kepolisian.
Martin mengatakan keluarga korban juga memiliki hak untuk meminta pemeriksaan lebih lanjut apabila terdapat hal-hal yang dinilai belum terjelaskan dari hasil autopsi. Salah satu opsi yang disebut adalah meminta pendapat medis kedua atau second opinion sesuai mekanisme hukum dan medis yang berlaku.
Selain proses penyidikan, Martin meminta lembaga pengawas eksternal turut memperhatikan kasus tersebut. Ia menyebut Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dapat mengambil bagian sesuai kewenangan masing-masing untuk memastikan proses penanganan perkara berjalan transparan. "Kami akan terus mengawal kasus ini. Jika masih terdapat hal yang belum terjelaskan, keluarga memiliki hak untuk menempuh mekanisme hukum dan medis yang tersedia," kata Martin.








Komentar