Sekilas Info

Bedah Buku Tionghoa Medan

Ia mengingatkan, kemiskinan tidak mengenal batas suku maupun agama. Karena itu, anggapan bahwa seluruh masyarakat Tionghoa hidup berkecukupan merupakan pandangan yang keliru.

Menurut Sofyan Tan, mengenal budaya lain merupakan cara paling sederhana untuk mengurangi prasangka. Pemahaman terhadap perbedaan, kata dia, akan melahirkan sikap saling menghargai.

Ia berharap kajian mengenai masyarakat Tionghoa terus dikembangkan dengan melibatkan perspektif generasi muda dan kelompok etnis lain.

Menurutnya, isu digitalisasi, kecerdasan buatan, globalisasi, UMKM, serta perubahan pola usaha juga perlu masuk dalam kajian agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. "Indonesia justru lahir karena kita sepakat hidup bersama dalam perbedaan," katanya.

Penulis buku, Mariana Makmur, mengatakan Tionghoa Medan merupakan hasil penelitian disertasinya. Ia terdorong menulis buku tersebut karena masyarakat Tionghoa masih kerap dilekatkan dengan stereotip sebagai kelompok yang eksklusif dan sulit berbaur.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Dedy Hu
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga