FDR Soroti Dugaan Aliran Dana ke BEM UBK Usai Bertemu Gibran, Desak Pemerintah Buka Fakta Sebenarnya
MEDAN, DAILYKLIK.id – Front Demokrasi Rakyat (FDR) angkat suara terkait mencuatnya dugaan pemberian dana kepada mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) setelah pertemuan dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Organisasi tersebut menilai persoalan ini menyangkut independensi gerakan mahasiswa dan tidak boleh dipandang sebagai isu biasa.
Ketua FDR, Dandy Sihotang, menegaskan bahwa setiap dugaan yang berpotensi memengaruhi kebebasan berpikir, bersikap, dan menyampaikan pandangan mahasiswa harus mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun aparat terkait.
Menurutnya, pengakuan yang telah disampaikan pihak BEM UBK mengenai adanya penerimaan sejumlah uang dari oknum aparat perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik agar tidak memunculkan spekulasi yang berkepanjangan. “Transparansi sangat diperlukan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara,” ujar Dandy.
Mantan pengurus BEM Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara periode 2021 itu menilai, apabila dugaan tersebut terbukti berkaitan dengan upaya memengaruhi sikap dan independensi mahasiswa, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk kooptasi terhadap gerakan mahasiswa.
Ia menekankan, mahasiswa memiliki peran penting sebagai kekuatan moral, agen perubahan, dan kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, gerakan mahasiswa harus tetap bebas dari intervensi kekuasaan maupun kepentingan politik praktis. “Mahasiswa bukan alat legitimasi kekuasaan. Mereka harus tetap berdiri di atas kepentingan rakyat dan menjaga independensinya sebagai salah satu pilar demokrasi,” tegasnya.