Akademisi: Literasi dan Karakter Kebangsaan Kunci Kekuatan Generasi Z
DAILYKLIK.ID, JAKARTA - Akademisi sekaligus anggota Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Rasminto, menegaskan bahwa pemuda dan pelajar merupakan harapan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Rasminto dalam kegiatan Pesantren Kikat (Sanlat) Kebangsaan di SMAN 78 Jakarta yang diikuti lebih dari seribu siswa dari kelas X, XI dan XII, pada Jumat (13/3/2026). Dalam paparannya bertajuk “Pelajar dan Harapan Bangsa”, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus cadangan kepemimpinan nasional di masa depan.
Menurutnya, situasi global saat ini sedang menghadapi berbagai krisis, mulai dari krisis energi, pangan, ekonomi hingga ketegangan politik internasional yang berpotensi berdampak pada kedaulatan negara.
“Dalam situasi dunia yang tidak stabil seperti sekarang, pelajar harus menyadari bahwa mereka bukan hanya peserta pendidikan, tetapi juga agen perubahan, kontrol sosial, dan iron stock atau cadangan kepemimpinan bangsa,” ujar Rasminto.
Ia menambahkan, pelajar Indonesia dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat dan negara.
Rasminto mengingatkan bahwa di era disrupsi digital saat ini, generasi muda juga menghadapi tantangan serius berupa banjir informasi, disinformasi, hingga politik post-truth yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat.
“Media sosial sering kali membuat emosi lebih dominan dibandingkan fakta. Karena itu, pelajar harus memiliki literasi informasi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh hoaks dan propaganda,” katanya.
Persoalan sosial generasi muda perkotaan