1. Beranda
  2. Daerah

Proyek Pelabuhan Aceh Singkil Terlambat, Kontraktor Dapat Tambahan Waktu

Oleh ,

DAILYKLIK.ID  Aceh Singkil – Proyek peningkatan Pelabuhan Penyebrangan Antar Pulau di Aceh Singkil, yang menelan anggaran APBN senilai Rp57 miliar, mengalami keterlambatan. Hingga akhir Desember 2024, proyek ini baru mencapai 96% dari target, meskipun seharusnya selesai pada akhir tahun lalu.

Untuk mengatasi masalah ini, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh memberikan tambahan waktu 45 hari kepada kontraktor pelaksana, PT Umega Pratama. Namun, perpanjangan ini disertai sanksi berupa denda sebesar 5% dari nilai kontrak.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPTD Kelas II Aceh, Abdurrani, menjelaskan bahwa meskipun kontraktor bisa mengajukan perpanjangan hingga 90 hari, keputusan memberikan tambahan 45 hari didasarkan pada kemajuan yang cukup signifikan.

“Pekerjaan sudah hampir selesai, jadi kami memberikan tambahan waktu 45 hari. Namun, kontraktor tetap harus membayar denda 5% dari nilai kontrak,” ujar Abdurrani, Jumat (3/1/2025).

Meskipun penyebab keterlambatan belum dijelaskan secara rinci, kemungkinan besar dipengaruhi oleh cuaca ekstrem, kendala material, atau masalah teknis lainnya.

Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur pelabuhan untuk mendukung kelancaran transportasi dan perekonomian masyarakat Aceh Singkil, sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah.

Berita Lainnya