Sekilas Info

Sebagai Ahli Di Sidang Praperadilan Tersangka Arisan Online, AY Gea: Dalil Penyidik Belum Terpenuhi

Ahli Hukum Tata Negara dan Administrasi Negara (HTN-HAN) Doktor Ali Yusran Gea saat memberikan keterangan Ahli kepada Majelis Hakim di Ruang Sidang Cakra Tiga PN Medan, Kamis (27/10).

dailyklik, Medan - Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali menggelar Sidang Praperadilan terkait penetapan tersangka dalam kasus Arisan Online oleh Direkorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara terhadap inisial KT.

Perkara tersebut sebagaimana tertuang dalam Suarat Penetapan tersangka inisial KT dengan Nomor: S.TAP/35/5/2022/ DITRESKRIMSUS/Polda Sumut, dimana KT ditetapkan tersangka dalam perkara Arisan Online.

Lantaran tidak menerima penetapan dirinya sebagai tersangka, KT lalu mengajukan Praperadilan terhadap Ditreskrimsus Polda Sumut ke PN Medan.

Sidang yang beragendakan Penyerahan dan pemeriksaan bukti serta Keterangan ahli, yang berlangsung di Ruang Sidang Cakra Tiga PN Medan, Kamis (27/10) menghadirkan Ahli Hukum Pidana Doktor Ali Yusran Gea.


Baca juga:
Kekuasaan Legislatif-Eksekutif telah Melumpuhkan Kepercayaan Publik


Ahli yang dihadirkan oleh Tim Kuasa Hukum KT, Rendy Akbar dan Nanda Aulia itu, untuk memberikan keterangan di ruang sidang yang dipimpin hakim tunggal Mohammad Yusafrihardi Girsang.

Saat ditanya pendapat hukumnya oleh Kuasa Hukum terkait kewenangan hakim dalam memutus suatu Perkara apakah dapat diintervensi dengan kekuasaan lain?

Secara tegas Ahli menyebut bahwa tidak ada satu pun termasuk kekuasaan mana yang dapat mengintervensi kewenangan hakim.

"Tidak dapat diintervensi oleh kekuasaan apapun karena kekuasaan kehakiman itu adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan," ujar Ali yang karib disapa AY Gea.


Baca juga:
Pengacara Gubernur Papua Usul Penyelesaian Hukum Adat, Pakar Desak KPK Lakukan Penyidikan


" Putusan Hakim itu merupakan putusan mutlak yang diucapkan oleh hakim dimuka persidangan dengan berpedoman pada norma hukum yang ada dan penemuan hukum (rechtvinding) oleh hakim, apabila diperlukan," sambung AY Gea.

Selanjutnya 1 2 3 4 5
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Redaksi

Baca Juga