Sekilas Info

Tarian Lompat Batu asal Nias Digelar di Binjai

Tarian Fahombo atau Hombo Batu (Lompat Batu) yang telah mendunia, saat digelar di Kota Binjai, Jumat (29/10/2021).
Tarian Fahombo atau Hombo Batu (Lompat Batu) yang telah mendunia, saat digelar di Kota Binjai, Jumat (29/10/2021).
Binjai - Sebuah keberuntungan bagi warga kota Binjai yang hadir di acara pelestarian budaya daerah, yang digelar Masyarakat Nias Binjai dan Sekitarnya (PMN-BS) di Jalan Soekarno Hatta KM 19,9, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Jumat (29/10/2021) siang. Pasalnya, di acara tersebut warga dapat menyaksikan secara langsung Tarian Lompat Batu atau oleh warga etnis Nias biasanya menyebut tarian Fahombo atau Hombo Batu, yang telah mendunia.

Pada prosesi pembukaan warga yang hadir disambut dengan Tari Moyo sebagai tarian penyambutan yang diperankan oleh gadis-gadis cantik asal etnis Nias. Para para tamu yang hadir disuguhkan persembahan sekapur sirih sebagai tanda kehormatan. Menariknya, para tamu juga dipersilahkan mencicipi ketupat sebagai makanan kebesaran etnis Nias.

Tidak hanya itu, tarian tradisional asal Nias lainnya turut ditampilkan oleh para penari. Seperti tari Maena dan ditutup dengan pertunjukan Fahombo Batu atau dalam bahasa Indonesia Lompat Batu yang sangat fenomenal.

"Tarian lompat batu ini dalam sejarahnya muncul ketika jaman perang dahulu. Jadi seorang pemuda yang ingin berperang diharuskan bisa melompati batu setinggi itu terlebih dahulu. Kalau bisa barulah bisa dia dianggap dewasa dan boleh ikut berperang. Nah sejak itulah lahir yang namanya tarian lompat batu ini dan terus dilestarikan sampai sekarang," jelas Ketua PMN-BS Amanan Gea yang didampingi Sekretaris PMN-BS Arojato Batee.

"Kami bersama pemerintah disini telah berkunjung ke beberapa etnis. Dan ini adalah etnis kelima yang kami datangi. Tujuannya kami ingin melihat sampai sejauh mana 18 etnis yang ada di Binjai ini dalam melakukan kegiatan seni budayanya, kami ingin menyaksikan langsung dan ingin melihat seni budaya masing-masing etnis," ujar Ketua DPRD Kota Binjai Noor Sri Syah Alam Putra dalam sambutannya.

Baca juga: Tiga Hari Jejaki Tapanuli Utara, Begini Kesan 5 Finalis POD 2021

Noor berbangga atas sambutan luar biasa dari masyarakat etnis Nias Binjai dan sekitarnya. Dia menyebut, etnis Nias memang sangat menghargai tamu yang hendak berkunjung.

Noor berpesan kepada masyarakat khususnya kepada etnis Nias agar dapat terus meningkatkan pertunjukan seni budaya asal Nias di Kota Binjai. Sehingga warga Binjai juga dapat menikmati pertunjukan seni budaya etnis Nias yang begitu mempesona.

"Semoga dengan bergabungnya etnis Nias di Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kota Binjai, maka kerukunan antar etnis di Kota Binjai dapat terus terpelihara dan masyarakat Nias yang ada di Binjai juga ikut memberikan kontribusi terbaik bagi kelangsungan pembangunan yang di Binjai," harapnya.

Harapan yang sama disampaikan Kepala Kesbangpol Kota Binjai Tengku Syarifuddin. Ia berharap masyarakat Nias yang ada di Binjai dapat terus menjalin kerukunan antar etnis, sehingga ikut menjaga kedamaian di Kota Binjai.

"Etnis yang ada di Binjai seluruhnya ada 18 etnis. Dan yang terakhir terdata adalah etnis Ambon," tutur Syarifuddin.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Bayu D Aditama
Editor: Redaksi

Baca Juga