Sekilas Info

Sempat Jadi Primadona, Harga Tenunan Sumba Kini Merosot

Seorang penenun di Sumba (Waingapu) Nusa Tenggara Timur (NTT), sedang menenun di masa pandemik Covid-19. Akibat pandemik Covid-19 yang melanda dunia turut berdampak terhadap harga komoditas tenunan khas di NTT.

Waingapu - Tenun ikat merupakan salah satu komoditas yang membanggakan bagi masyarakat pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Karena selain mendatangkan pendapatan, melalui tenun, budaya Sumba juga dapat dikenal oleh khalayak umum.

Untuk Kabupaten Sumba Timur sendiri, ada beberapa daerah yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai penenun.

Diantaranya sebagian masyarakat di Kecamatan Kambera, Rindi, Kecamata Umalulu dan beberapa daerah lainnya.

Untuk komoditas tenun, biasanya dijual di daerah Sumba tujuannya untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke Sumba, walaupun ada juga yang dikirim keluar daerah seperti Kupang dan Denpasar.

Pada 2018 lalu, komoditi ini sempat menjadi penopang utama ekonomi para penenun, namun sejak pandemik Covid-19, pendapatan para petenun ikat ini menurun hingga saat ini.

Hal itu disebabkan berkurangnya wisatawan yang datang ke daratan Sumba.

Beralih Profesi

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Iryanto Njoru Hapa
Editor: Redaksi
Photographer: Iryanto Njoru Hapa

Baca Juga